Fakta dan Opini

Membedakan antara fakta dan opini adalah langkah awal paling mendasar dalam literasi digital. Seringkali, opini dikemas seolah-olah sebagai fakta untuk memengaruhi emosi pembaca.

Berikut adalah panduan praktis untuk membedakannya:

1. Fakta: Sesuatu yang Bisa Dibuktikan

Fakta adalah pernyataan yang menggambarkan realitas dan dapat diverifikasi secara objektif melalui data, penelitian, atau pengamatan langsung.

  • Sifatnya: Objektif (berlaku bagi siapa saja).
  • Waktunya: Sudah terjadi atau sedang terjadi.
  • Ciri Bahasa: Menggunakan angka, tanggal, statistik, dan nama-nama yang jelas.
  • Contoh: * “Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah.”
    • “Air mendidih pada suhu 100°C di bawah tekanan atmosfer normal.”
    • “Hasil pertandingan tim A melawan tim B adalah 2-0.”

2. Opini: Sesuatu yang Diyakini

Opini adalah pernyataan yang mencerminkan pandangan, perasaan, penilaian, atau keyakinan seseorang. Opini tidak bisa “benar” atau “salah” secara mutlak, melainkan “setuju” atau “tidak setuju”.

  • Sifatnya: Subjektif (tergantung sudut pandang individu).
  • Waktunya: Bisa berkaitan dengan masa depan atau prediksi.
  • Ciri Bahasa: Menggunakan kata sifat relatif atau kata kerja yang menunjukkan pemikiran.
    • Kata kunci: Menurut saya, sepertinya, seharusnya, sangat, luar biasa, buruk, paling, mungkin.
  • Contoh: * “Candi Borobudur adalah tempat wisata paling indah di Indonesia.” (Relatif, orang lain mungkin punya pilihan lain).
    • “Kopi pahit jauh lebih enak daripada kopi manis.” (Tergantung selera).
    • “Pemerintah seharusnya menaikkan anggaran pendidikan.” (Sebuah saran atau pandangan).

3. Tabel Perbandingan

KarakteristikFaktaOpini
Dapat Dibuktikan?Ya, melalui bukti nyata/data.Tidak, hanya berdasarkan keyakinan.
SifatObjektif.Subjektif.
KonsistensiTetap sama bagi semua orang.Berbeda-beda tiap orang.
TujuanMemberikan informasi.Membujuk atau mengekspresikan perasaan.

4. Tips Detektif: “Opini yang Berkedok Fakta”

Hati-hati dengan kalimat yang menggabungkan keduanya.

Contoh: “Suhu udara hari ini mencapai 38°C, cuaca yang sangat menyiksa ini disebabkan oleh pemanasan global.”

  • Fakta: “Suhu udara hari ini mencapai 38°C.” (Bisa diukur dengan termometer).
  • Opini: “Cuaca yang sangat menyiksa.” (Bagi sebagian orang, 38°C mungkin biasa saja atau hanya “panas”, bukan “menyiksa”).

Latihan Cepat untuk Anda: Manakah dari kalimat berikut yang merupakan fakta?

  1. “Film itu durasinya 2 jam 15 menit.”
  2. “Film itu terlalu membosankan untuk ditonton.”

Apakah Anda ingin saya memberikan beberapa contoh berita asli agar kita bisa mencoba membedah mana kalimat fakta dan mana kalimat opini di dalamnya?

Mari kita bedah dua contoh cuplikan berita dengan gaya yang berbeda. Perhatikan bagaimana penulis menyisipkan penilaian pribadi (opini) di antara data lapangan (fakta).

Contoh 1: Berita Teknologi/Ekonomi

“PT Teknologi Maju resmi meluncurkan ponsel pintar seri X100 di Jakarta pada Senin (2/2/2026). Ponsel ini dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh dan layar AMOLED. Kehadiran produk ini merupakan langkah berani yang sangat dinantikan konsumen, mengingat desainnya yang jauh lebih elegan dibandingkan kompetitor di kelasnya.”

Mari kita bedah:

  • Fakta:
    • “PT Teknologi Maju meluncurkan ponsel seri X100 di Jakarta pada Senin (2/2/2026).” (Dapat diverifikasi melalui waktu dan lokasi peluncuran).
    • “Dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh dan layar AMOLED.” (Spesifikasi teknis yang bisa dibuktikan melalui kotak produk).
  • Opini:
    • “Langkah berani yang sangat dinantikan konsumen.” (Kata “berani” dan “sangat dinantikan” adalah penilaian penulis. Belum tentu semua konsumen menantikannya).
    • “Desainnya yang jauh lebih elegan.” (Kata “elegan” bersifat subjektif; apa yang elegan bagi satu orang belum tentu bagi orang lain).

Contoh 2: Berita Olahraga

“Tim Nasional Indonesia berhasil mengalahkan tim tamu dengan skor 2-1 dalam laga persahabatan semalam. Kemenangan ini membuktikan bahwa strategi yang diterapkan pelatih baru sangat jenius. Meskipun begitu, performa lini belakang masih terlihat sangat rapuh dan mengecewakan para pendukung yang hadir di stadion.”

Mari kita bedah:

  • Fakta:
    • “Skor 2-1 dalam laga persahabatan semalam.” (Data statistik resmi pertandingan).
    • “Tim Nasional Indonesia mengalahkan tim tamu.” (Hasil akhir yang objektif).
  • Opini:
    • “Strategi yang diterapkan pelatih baru sangat jenius.” (Kata “jenius” adalah pujian subjektif dari penulis berita).
    • “Performa lini belakang sangat rapuh dan mengecewakan.” (Kata “rapuh” dan “mengecewakan” adalah interpretasi perasaan penulis; mungkin ada pengamat lain yang menganggap pertahanan sudah cukup baik).

Writed by bnw

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *